Pengeluaran untuk Transportasi dan Restoran Tumbuh Lebih Tinggi

Pengeluaran untuk Transportasi dan Restoran Tumbuh Lebih Tinggi

Oleh: Astarani Wili Martha, S.Stat.

Pengeluaran untuk transportasi, restoran, dan hotel tumbuh lebih tinggi dibanding kelompok pengeluaran lain. BPS mencatat pada triwulan III 2026, kelompok restoran dan hotel tumbuh 6,59 persen secara tahunan. Kelompok transportasi dan komunikasi tumbuh 5,83 persen. Sementara itu, pengeluaran konsumsi rumah tangga secara keseluruhan tumbuh 5,04 persen. Kepala BPS menyebut pertumbuhan di sektor ini terkait dengan peningkatan mobilitas dan aktivitas perjalanan.

Restoran dan Transportasi Tumbuh Lebih Tinggi

Pada triwulan I 2026, BPS juga mencatat indikasi pergeseran konsumsi. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pertumbuhan tertinggi tidak lagi berasal dari belanja pakaian dan alas kaki, melainkan dari transportasi serta restoran dan hotel. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Data wisatawan nusantara dihitung menggunakan mobile positioning data dari tiga operator telekomunikasi.

Transaksi digital juga tercatat naik. Transaksi perdagangan melalui sistem elektronik tumbuh 27,8 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Transaksi menggunakan QRIS tumbuh 111,94 persen secara tahunan. Data TikTok Shop mencatat pesanan melalui affiliate creator naik 170 persen secara tahunan pada kuartal I 2026, sementara pesanan melalui video pendek naik 135 persen.

Pergeseran Terlihat di Beberapa Kelompok

Data BPS menunjukkan kelompok restoran dan hotel serta transportasi tumbuh lebih tinggi dibanding rata-rata konsumsi rumah tangga. Ini berbeda dengan kelompok pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya yang tumbuh lebih rendah, yaitu 3,48 persen pada triwulan III 2026. Pengeluaran untuk makanan dan minuman di luar restoran juga tumbuh lebih rendah dibanding restoran dan hotel.

Di sisi lain, data pengeluaran rumah tangga dari Susenas masih menunjukkan makanan dan minuman jadi sebagai salah satu kelompok dengan nilai pengeluaran tinggi. Data Maret 2026 mencatat pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi sebesar Rp 277.302 per kapita sebulan, lebih tinggi dibanding padi-padian atau ikan. Data ini berasal dari survei rumah tangga, sementara data pertumbuhan konsumsi berasal dari perhitungan PDB sisi pengeluaran.

Data Belum Memisahkan Semua Jenis Pengeluaran

Data pertumbuhan konsumsi rumah tangga dari BPS berasal dari perhitungan PDB. Angka yang tercatat adalah pertumbuhan agregat per kelompok, sehingga tidak merinci perbedaan antar kelompok pendapatan atau wilayah secara detail dalam rilis yang umum tersedia. Data jumlah perjalanan wisatawan nusantara dihitung dari mobile positioning data, bukan dari survei langsung.

Data transaksi digital dan data dari platform seperti TikTok Shop berasal dari sumber yang berbeda dengan data BPS. Data pengeluaran rumah tangga dari Susenas juga menggunakan klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi PDB. Selain itu, data yang tersedia belum memisahkan secara rinci antara pengeluaran untuk perjalanan wisata dengan pengeluaran transportasi sehari-hari.

Pengeluaran untuk transportasi, restoran, dan hotel tumbuh lebih tinggi dibanding kelompok pengeluaran lain. Data BPS menunjukkan pertumbuhan di atas rata-rata konsumsi rumah tangga. Data yang tersedia menunjukkan perbedaan antar kelompok, meskipun rincian berdasarkan jenis aktivitas dan kelompok pendapatan masih terbatas.