Pola Partisipasi Olahraga di Indonesia

Pola Partisipasi Olahraga di Indonesia

Oleh: Astarani Wili Martha, S.Stat.

Sekitar 37 persen penduduk Indonesia berusia 5 tahun ke atas berolahraga dalam seminggu terakhir. Data BPS dari Susenas 2024 mencatat angka 37,16 persen. Pada September 2025, angkanya sedikit naik menjadi 37,27 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding 2012 yang tercatat 29,53 persen, dan 2021 yang turun ke 27,14 persen. Dari setiap 100 orang, sekitar 37 orang yang berolahraga dalam seminggu terakhir.

Perkotaan dan Kelompok Atas Lebih Aktif

Partisipasi lebih tinggi di perkotaan. Data Susenas September 2025 mencatat 42,36 persen penduduk perkotaan berolahraga, sementara di perdesaan hanya 29,65 persen. Berdasarkan kelas pengeluaran, kelompok 20 persen teratas mencatat 50,67 persen, kelompok menengah 36,62 persen, dan kelompok 40 persen terbawah 30,69 persen. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan tidak terlalu jauh. Laki-laki tercatat 37,66 persen, perempuan 36,65 persen.

Kelompok usia sekolah menjadi yang paling aktif. Partisipasi di kelompok ini mencapai 82,72 persen, diikuti kelompok anak-anak sebesar 82,13 persen. Sebagian besar penduduk berolahraga dengan tujuan menjaga kesehatan atau kebugaran (50,53 persen), sementara 37,69 persen berolahraga karena alasan pendidikan. Durasi olahraga masih bervariasi. Sebanyak 30,51 persen berolahraga 60–89 menit per minggu, dan hanya 14,36 persen yang mencapai minimal 150 menit per minggu.

Perbedaan Terlihat Berdasarkan Wilayah dan Pengeluaran

Pola yang terlihat adalah partisipasi olahraga belum merata. Penduduk di perkotaan dan kelompok pengeluaran lebih tinggi cenderung lebih banyak berolahraga. Fasilitas yang lebih tersedia di perkotaan dan kemampuan untuk mengakses tempat olahraga menjadi salah satu faktor yang terlihat dari data. Di perdesaan dan kelompok pengeluaran lebih rendah, angka partisipasi lebih kecil.

Kelompok usia sekolah mencatat angka yang jauh lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Ini sejalan dengan data yang menunjukkan sebagian penduduk berolahraga karena alasan pendidikan. Di luar kelompok usia sekolah, partisipasi lebih rendah. Data juga menunjukkan bahwa sebagian besar yang berolahraga belum mencapai durasi yang dianjurkan, yaitu minimal 150 menit per minggu.

Data Belum Merinci Jenis Olahraga

Data BPS berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Angka yang tercatat adalah persentase penduduk yang berolahraga dalam seminggu terakhir, tanpa merinci jenis olahraga yang dilakukan. Data durasi tersedia, tetapi tidak selalu memisahkan intensitas atau frekuensi dalam seminggu secara lebih detail.

Perbandingan antarprovinsi tersedia dalam beberapa publikasi, tetapi tidak selalu muncul dalam ringkasan nasional. Data juga belum banyak memisahkan olahraga yang dilakukan secara mandiri dengan olahraga yang terstruktur, seperti di sekolah atau komunitas. Selain itu, definisi “berolahraga” dalam survei mencakup berbagai aktivitas fisik, sehingga angka partisipasi bisa mencakup kegiatan yang berbeda-beda.

Sekitar 37 persen penduduk berolahraga dalam seminggu terakhir. Angka lebih tinggi di perkotaan dan kelompok pengeluaran atas. Data yang tersedia menunjukkan perbedaan yang jelas berdasarkan wilayah dan pengeluaran, meskipun rincian jenis olahraga masih terbatas.