Pola Kunjungan Wisatawan Domestik di Indonesia

Pola Kunjungan Wisatawan Domestik di Indonesia

Oleh: Astarani Wili Martha, S.Stat.

Perjalanan wisatawan nusantara tercatat dalam jumlah yang besar. BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari hingga September 2026. Angka ini naik 4,10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi untuk periode tersebut sejak 2019. Pada kuartal III 2026, jumlahnya mencapai 308,43 juta perjalanan, naik 7,05 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu. Di bulan Mei 2026 saja, tercatat 106,2 juta perjalanan.

Jawa Masih Jadi Tujuan Utama

Sebagian besar perjalanan wisatawan nusantara masih menuju provinsi di Pulau Jawa. Pada Mei 2026, 65,64 persen dari total perjalanan memiliki tujuan ke provinsi-provinsi di Jawa. Jawa Barat menjadi yang tertinggi dengan 19,5 juta perjalanan, diikuti Jawa Timur 17,1 juta, dan Jawa Tengah 14,2 juta. DKI Jakarta mencatat 8,8 juta, Banten 5,8 juta, dan Sumatra Utara 5,1 juta. DI Yogyakarta berada di 4,2 juta, sementara Sulawesi Selatan 3,7 juta.

Pola serupa terlihat di data kumulatif. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah tetap menempati posisi teratas sebagai provinsi asal maupun tujuan. BPS mencatat bahwa ketersediaan infrastruktur transportasi, ragam destinasi, dan mobilitas penduduk antardaerah menjadi faktor yang mendukung konsentrasi ini. Di luar Jawa, Sumatra Utara muncul sebagai salah satu provinsi dengan jumlah perjalanan yang cukup tinggi dibanding provinsi lain di luar Jawa.

Konsentrasi di Jawa Terlihat Jelas

Data menunjukkan bahwa perjalanan wisatawan domestik tidak tersebar merata. Tiga provinsi di Jawa (Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah) secara konsisten berada di urutan teratas, baik sebagai asal maupun tujuan. Provinsi di luar Jawa, seperti Bali atau Sulawesi Selatan, tercatat jauh lebih rendah dalam jumlah perjalanan domestik dibanding provinsi di Jawa. Pada Mei 2026, Bali hanya mencatat 2,3 juta perjalanan.

Pola ini sudah berlangsung dalam beberapa periode. Data BPS tahun 2025 juga menempatkan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah di posisi atas. Jumlah total perjalanan wisatawan nusantara pada 2025 mencapai 1,2 miliar, tertinggi dalam catatan yang tersedia. Namun, distribusi antardaerah tetap tidak merata. Provinsi di luar Jawa masih mencatat jumlah yang lebih kecil, meskipun ada yang mengalami kenaikan.

Data Belum Mencakup Semua Detail

Data BPS untuk wisatawan nusantara menggunakan kombinasi Mobile Positioning Data dan survei digital. Metode ini memungkinkan penghitungan dalam skala besar, tetapi tidak selalu merinci tujuan spesifik di dalam suatu provinsi atau jenis kegiatan yang dilakukan. Data pengeluaran dan lama tinggal tersedia dalam publikasi tahunan, tetapi tidak selalu muncul dalam rilis bulanan atau kuartalan.

Perbandingan antarprovinsi juga perlu dilihat dengan hati-hati. Provinsi dengan jumlah penduduk besar dan infrastruktur transportasi yang lebih lengkap cenderung mencatat angka yang lebih tinggi. Data yang ada belum banyak memisahkan perjalanan wisata murni dengan perjalanan yang bercampur dengan urusan bisnis atau kunjungan keluarga. Selain itu, data untuk wilayah di luar Jawa masih lebih terbatas dibanding data untuk provinsi di Jawa.

Perjalanan wisatawan nusantara tercatat tinggi dan terus bertambah. Sebagian besar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Data yang tersedia menunjukkan pola yang konsisten, meskipun detail di tingkat kabupaten atau jenis perjalanan masih terbatas.