Tren Penggunaan AI di Berbagai Sektor

Tren Penggunaan AI di Berbagai Sektor

Oleh: Astarani Wili Martha, S.Stat.

Sebagian besar organisasi di berbagai negara sudah melaporkan penggunaan AI di setidaknya satu fungsi bisnis. Survei McKinsey yang dikompilasi dalam Stanford AI Index menunjukkan angka tersebut mencapai 88 persen. Angka ini naik dari 78 persen pada periode sebelumnya. Namun, hanya sekitar 7 persen organisasi yang menyatakan sudah men-scale AI secara penuh di seluruh perusahaan. AI sudah masuk ke banyak tempat, tetapi belum banyak yang men-scale-nya secara penuh.

Sektor Teknologi dan Keuangan Lebih Maju

Di tingkat global, sektor teknologi, media, dan telekomunikasi termasuk yang paling tinggi dalam pelaporan penggunaan AI. McKinsey mencatat bahwa di sektor teknologi, penggunaan AI di fungsi IT dan software engineering berada di kisaran yang tinggi. Sektor jasa keuangan dan asuransi juga menunjukkan tingkat adopsi yang mendekati sektor teknologi. Sementara itu, sektor manufaktur dan energi masih lebih rendah, meski terus meningkat.

Fungsi yang paling sering menggunakan AI adalah IT, marketing dan sales, serta knowledge management. Penggunaan AI agent, yaitu sistem yang dapat menjalankan tugas secara mandiri, masih rendah di hampir semua fungsi dan berada di sekitar satu digit. Data ini berasal dari survei McKinsey yang dikompilasi dalam Stanford AI Index. AI lebih banyak dipakai di fungsi yang sudah digital, bukan di operasional inti.

Sebagian Besar Masih di Tahap Efisiensi

Di Indonesia, riset AWS dan Strand Partners mencatat bahwa 28 persen bisnis, atau sekitar 18 juta entitas, sudah mengadopsi AI. Pertumbuhan tahunan mencapai 47 persen. Dari bisnis yang sudah mengadopsi, 59 persen melaporkan peningkatan pendapatan dengan rata-rata 16 persen, sementara 64 persen mengharapkan penghematan biaya rata-rata 29 persen. Adopsi sudah terjadi dalam jumlah yang banyak.

Namun, 76 persen masih fokus pada penggunaan dasar seperti efisiensi proses, bukan pengembangan produk baru. Hanya 10 persen yang mencapai tahap paling transformatif, di mana AI menjadi bagian inti dari model bisnis. Pertumbuhan cepat, tetapi belum banyak yang memakai AI untuk mengubah cara kerja. Sebagian besar bisnis memakai AI untuk mempercepat pekerjaan yang sudah ada.

Scaling Penuh Masih Jarang Terjadi

Angka 88 persen menunjukkan bahwa AI sudah masuk ke banyak organisasi, tetapi sebagian besar masih dalam tahap percobaan atau pilot. Perbedaan antar sektor cukup jelas. Teknologi dan jasa keuangan lebih maju, sementara sektor lain masih mengejar. Di Indonesia, pertumbuhan adopsi cepat, namun belum banyak yang memakai AI secara luas. Sebagian besar bisnis memakai AI untuk efisiensi, bukan untuk menciptakan nilai baru.

Ini sama dengan pola global. Scaling penuh masih jarang terjadi. Hanya sebagian kecil organisasi yang sudah memakai AI di banyak fungsi sekaligus. Sebagian besar masih berhenti di satu atau dua fungsi, biasanya yang paling mudah diukur hasilnya. Data dari McKinsey juga menunjukkan bahwa fungsi seperti supply chain dan manufacturing masih lebih rendah dalam pelaporan penggunaan AI dibanding fungsi digital.

Data Adopsi Bersifat Self-Reported

Data adopsi umumnya bersifat self-reported. Definisi “menggunakan AI” mencakup rentang yang lebar, dari percobaan kecil oleh beberapa karyawan hingga implementasi luas di banyak departemen. Survei McKinsey melibatkan organisasi di banyak negara dan ukuran, sehingga angka global tidak selalu mencerminkan kondisi spesifik di Indonesia. Selain itu, data kedalaman adopsi (basic, intermediate, transformative) masih terbatas dan tidak selalu tersedia untuk semua sektor.

Perbedaan metodologi antar riset juga perlu diperhatikan. AWS dan Strand Partners mengukur adopsi di tingkat bisnis di Indonesia, sementara McKinsey lebih banyak melihat organisasi yang lebih besar di berbagai negara. Kedua data ini tidak bisa langsung dibandingkan secara setara. Selain itu, laporan yang ada belum banyak membedakan antara penggunaan AI generatif dan AI tradisional, sehingga angka adopsi bisa terlihat lebih tinggi dari implementasi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Penggunaan AI sudah tersebar di banyak sektor, tetapi sebagian besar masih berada di tahap awal. Perbedaan antar sektor dan seberapa jauh AI dipakai menjadi gambaran yang lebih jelas daripada sekadar angka adopsi keseluruhan. Data yang ada menunjukkan bahwa AI lebih banyak dipakai untuk efisiensi daripada untuk perubahan yang lebih mendasar.